Just another Blogooners Editions weblog

Gudang Senjata Muda

November 25th, 2009 at 2:52 am

A Little Interview with Robin

Karena Robin tidak bisa kita nikmati permainannya di lapangan sementara ini, tidak ada salahnya ikutin wawancaranya dia sebelum musim ini mulai, sumber dari arsenal-mania.com

Arsenal musim ini baru memperpanjang kontrak Robin Van Persie dengan tawaran yang lebih baik dari sebelumnya. Tapi bukan karena issue ketertarikan klub-klub seperti Chelsea, Man City, Man United, Inter Milan dan Juventus yang mendorong hal itu. Sebelum ada issue ketertarikan ini, Arsène Wenger sudah mengeluarkan pernyataan bahwa Robin van Persie akan menjadi pemain penting di Arsenal. Van Persie dalam bayangan Wenger adalah figur utama permainans “total football” Arsenal.

Dengan semua kabar ketertarikan klub-klub itu, Cinta kepada Arsenal pastinya besar sehingga Anda menetap?

Van Persie: “Saya biarkan hati saya yang memilih. Saya tidak bisa membayangkan bermain di klub lain sekarang. Mimpi saya adalah memenangakan gelar bersama Arsenal. Itu perasaan yang saya miliki. Mungkin saya bisa mendapatkan uang lebih banyak di tempat lain, tapi uang bukan motivator utama saya. Saya mendapatkan cukup di Arsenal. Pengakuan sebagai pemain bola yang saya inginkan. Itu alasan utama kenapa saya bermain. Karena cinta sepakbola dan ingin diakui. Dan saya dihargai disini. Arsenal sudah melakukan banyak hal untuk membuktikan itu kepada saya dan klub ini adalah klub besar. Dan Arsenal tidak pernah berhenti melihat ke depan. Kami ingin lebih,saya ingin lebih, tapi bukan lebih banyak uang. Saya ingin kesuksesan lebih. Jadi saya membuat daftar. Apa yang saya miliki bersama Arsenal dan apa yang saya inginkan. Pelatih menghargai saya. Pemain lain menghargai saya. Saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan fans. Keluarga saya senang hidup disini. Perasaan saya mengatakan kalau saya berada di tempat yang tepat dan ingin mendapatkan kesuksesan bersama Arsenal.”

Apakah banyak dialog dengan Wenger soal masa depan anda?

“Saya berbicara banyak dengannya tapi sebenarnya tidak perlu. Saya tahu cara berpikirnya. Saya ingin tahu strategi official dan visi klub ini dan saya perlu tahu apakah Wenger dan saya punya pemahaman yang sama dengan manajemen Arsenal. Saya mengingikan yang terbaik dan begitu juga Arsenal. Saya berbicara dengan general manager yang baru dan mereka mendukung Wenger sepenuhnya. Saya percaya pada manajemen. Kami tetap butuh waktu tentunya. Membeli pemain bagus penting, tapi anda butuh waktu untuk mencapai gelar. Alex Ferguson butuh bertahun-tahun untuk mendapatkan gelar pertamanya di United dan sukses Barcelona bukan karena usaha Guardiola saja. Dia bisa sukses sekarang dari fondasi yang sudah dibentuk oleh Van Gaal dan Rijkaard.”

Wenger berkomentar banyak soal jiwa kepemimpinan anda baik di lapangan maupun di ruang ganti.

“Saya tidak berpikir saya terlalu muda untuk menjadi pemimpin. Saat anda berusia 26 tahun, kepemimpinan akan muncul sendirinya. Atau tidak juga. Cesc seorang pemimpin dan dia malah lebih muda. Saya sudah memainkan 200 pertandingan bersama Arsenal, jadi…”

Apakah ini musim (2008/09) terbaik anda selama berkarir ?

“Pada musim sebelumnya, saya lebih berperan sebagai pemberi assist. Tujuan saya musim lalu adalah: tetap fit, teur memberi passing penting dan mencetak lebih banyak gol. Dan semua tercapai. Saya mencetak gol penting melawan Tottenham, Man City, Chelsea dan Liverpool. Semakin besar pertandingannya, semakin baik saya bermain. Saya berhasil mencapai tujuan pribadi saya, total bermain 52 games, 44 untuk Arsenal. Saya memang tidak memenangkan sesuatu tapi saya puas atas pencapaian kami. Tim lebih berpengalaman dan memperlihatkan banyak kualitas. Rosicky sekarang sembuh dan dia berpengalaman di 70 pertandingan internasional. Arshavin bintang besar. Clichy anggota tetap timnas Prancis dan Cesc sudah punya 40 caps dan ikut mengantar Spanyol jadi juara Eropa. Saya sendiri 37 caps. Kami memiliki satu tim yang hebat.

Tapi Final Champions League masih jauh dari genggaman (2008/09).

“Ya, Saya sendiri merasa susah mendapatkan posisi di Final. Saya masih yakin pada 10 menit pertama second leg, tapi satu kesalahan kecil Gibbs berarti kami bermain dalam posisi kalah setelah menit itu. 80 menit setelah itu merupakan saat terberat di karir saya. Tapi pertandingan itu yang meyakinkan saya untuk bertahan. Saya bukan orang yang gampang menyerah. Pertandingan itu mendorong saya untuk melakukan hal yang tidak biasa dilakuakn orang kebanyakan. Beberapa pemain mungkin akan berkata: Kami tidak punya peluang untuk menang maka saya akan pindah. Tapi menurut saya: Kami tidak punya peluang, tapi saya akan belajar dari ini dan kembali dengan pembalasan dendam. Saya ingin menang di semifinal berikutnya. Mudah-mudahan atas Man United.”

Berapa penting peranan keluarga anda dalam pengambilan keputusan untuk bertahan di Arsenal?

“Berperan besar tapi simple. Mereka ingin menetap disini. Anakku tipikal anak-anak inggris. Istriku berkata akan mengikutiku kemanapun aku pergi, tapi jika harus menjawab, dia ingin menetap di London.”

Seperti apa hubungan anda dengan Arsène Wenger?

“Sejak hari pertama, saya percaya padanya dan sebaliknya. Visinya sangat menarik, caranya memandang pertandingan dan bagaimana menurutnya pertandingan itu harusnya dimainkan. Dia sangat berbeda. Dia dikagumi seluruh dunia dan tetap tidak terpengaruh oleh itu. Dia Pelatih top dan manusia yang mengagumkan. Kami memiliki pandangan yang sama soal sepakbola. Dia ingin menyerang, biarkan bola yang bekerja, pass and bergerak…. Anda bisa memenangkan banyak gelar dengan cara permainan begitu dan juga menghibur orang banyak. Saya tahu apa yang dipikirkannya, Dia tidak perlu banyak memberi tahu saya soal apapun…. Saya bisa mengetahui apa maunya dari kelakuan, pandangan, bahasa tubuhnya… Saya tahu apa yang diinginkannya dan perasaannya kepada saya. Kami berkomunikasi tanpa perlu banyak kata-kata.”

Apakah karena hal yang sama Bergkamp bertahan begitu lama di Arsenal?

“Saya berpikir anda tidak bisa membandingkan situasi saya dengan situasi yang dihadapi Dennis. Dia sudah berkembang sejak di Ajax saat dia datang ke Arsenal. Dia sudah ‘Mr. Bergkamp’ saat dia tiba. Orang-orang akan diam saat dia menyampaikan sesuatu. Saat saya datang, saya lebih dikenal sebagai pembuat onar dari Feyenoord yang diberi kesempatan terakhir untuk berkembang. Saat Dennis mulai bermain disini, Arsenal masih dikenal dengan boring Arsenal dan dia adalah kunci dalam mengubah pandangan itu, dengan Wenger dan kemudian Pires dan Henry. Saya benar-benar bukan siapa-siapa saat sampa di Inggris. Saya baru memenangkan satu gelar disini dan masih perlu turun bertanding dalam banyak pertandingan lagi. Dennis adalah juara di Ajax, turun di banyak pertandingan bersama tim Oranje, menang 2 piala eropa bersama Ajax dan Inter… Satu-satunya hal yang bisa diperbandingkan antara kami adalah posisi kami di lapangan. Saya bangga dan sangat senang bisa bermain bersamanya. Dennis adalah Master di dalam dan di luar lapangan. Saya sangat menghargai dia sebagai pemain dan juga sebagai manusia.”

Apakah Dennis mengajarkan anda kecintaan terhadap Arsenal?

“Dia tidak perlu mengajarkan itu kepada saya. Saya baru berumur 21 tahun saat itu, Dennis 34. Saya hanya perlu melihat dirinya, Pires, Henry dan Vieira untuk menyadari betapa beruntungnya bisa bermain di sini. Mereka sangat-sangat menyukai sepak bola dan memancarkan kebanggaan dan kesukaan mereka itu dalam semua hal yang mereka lakukan. Apa yang mereka makan, cara mereka melakukan pemanasan, cara mereka memperlakukan bola, cara mereka merawat sepatu, hubungan mereka dengan fans dan semua hal. Saya terhenyak menyaksikan semua itu. Saya menginginkan hal yang sama, pikir saya… Saya ingin membuktikan diri saya kepada mereka dan menghargai mereka sepenuh hati. Di masa muda saya, di jalanan, saya adalah orang yang arogan, bahkan saat di Feyenoord saya menantang pemain-pemain utama Feyenoord. Itulah saya… Saya sungguh berpikir bahwa pemain seperti Van Hooijdonk, Bosvelt dan Van Wonderen sudah tidak punya apa-apa lagi yang mereka bisa ajarkan kepada saya. Ketika saya datang dan melihat pemain-pemain senior di Arsenal, saya langsung berpikir…”okay…”. Mungkin saya harus mulai menutup mulut dan belajar dari mereka. saya belajar dari melihat, mengamati… Saya menikmati setiap menit yang berlalu di lapangan bersama mereka. Dan mereka memberikan kekuatan kepada saya untuk melakukan sesuatu supaya bisa sukses disini.”

Tags: , ,
-

 

RSS feed for comments on this post | TrackBack URI