Just another Blogooners Editions weblog

Gudang Senjata Muda

January 18th, 2010 at 1:11 pm

Highbury

in: History

Highbury, kandang Arsenal sebelum Ashburton Grove, masih banyak kita yang merindukan stadion ini.  Semoga sejarah Highbury ini bisa menghibur, atau setidaknya untuk pengetahuan saja.  Diambil dari postingan salah satu anggota id-arsenal forum.  Thanks bro, and honestly sorry for not mentioning your name here, honestly I forgot whose post is this, since this post sit on my desktop for ages !!!

Enjoy then !

Semua dimulai pada awal musim 1912-1913 saat Arsenal terpuruk di dasar klasemen liga inggris dengan hanya memenangi 3 dari total 38 match saat itu. Rumor yang beredar saat itu ialah bahwa klub diambang kebangkrutan dengan kas yang tersisa tinggal 19 pounds!!!

Pemilik Arsenal kala itu, Henry Norris, berniat menggabungkan arsenal dengan Fulham untuk menghindari kebangkrutan. Untung niat itu akhirnya urung terjadi.  Jalan lain, Norris yang ketika itu menjabat sebagai anggota parlemen menggunakan koneksinya untuk membeli lapangan milik universitas St.John dengan cicilan selama 20 tahun dan bunga 20.000 pounds. Lapangan ini terletak di sebelah utara, berada di daerah yang ketika itu menjadi “milik” 2 klub lokal, Tottenham Hotspur dan Clapton Orient.

Musim baru segera dimulai dan Arsenal harus berusaha agar kandang barunya dapat selesai agar dapat tampil di kompetisi liga. Arsitek kala itu, Archibald Leitch, bersama para pekerja berhasil setidaknya memenuhi beberapa kriteria yang diharuskan dan Arsenal akhirnya dapat berlaga untuk pertama kalinya di kandang barunya, dengan kemenangan 2-1 atas Leicester Fosse.

Kondisi lapangan saat itu sangatlah tidak memadai, lapangannya tidak rata dimana disatu sisi harus dipertinggi 11 kaki, di sisi lain harus direndahkan 5 kaki. Juga para pemain yang selalu kebanjiran di kamar ganti karena belum selesainya pembangunan dan sistem drainase stadion. Salah satu peristiwa, yang bagi beberapa orang hanya dipercaya sebagai mitos belaka, adalah saat dilakukan pmbuatan fondasi, ada kuda yang secara tidak sengaja tercebur kedalam lapisan fondasinya dan terkubur hidup-hidup.

Pada tahun 1925 Herbert Chapman ditunjuk sebagai pelatih Arsenal, tahun yang sama dengan pembayaran cash sebesar 64.000 pounds oleh Norris yang membuat Highbury resmi menjadi milik Arsenal. Pada tahun 1930-1931 Highbury menjadi saksi saat Arsenal untuk pertama kalinya menjuarai liga inggris setelah di partai terakhir mengalahkan liverpool 3-1.

Pada 1932 pembangunan tribun bagian barat (west stand) dengan kapasitas 17 ribu orang dan 4 ribu tempat duduk selesai dengan menghabiskan dana 50 ribu pounds. Desain unik dilakukan oleh arsitek Claude Waterlow Ferrier dan William Binnie dengan menyertakan simbol “Bank of England Club”. Masih di tahun yang sama, Chapman berhasil meyakinkan pemerintah kota untuk mengubah nama stasiun Gillespie Road menjadi stasiun Arsenal, dan masih bertahan sampai sekarang.

Pada 9 maret 1935 tercipta rekor jumlah penonton saat Arsenal bertemu Sunderland pada partai penentuan juara liga. Di partai yang total disaksikan 73.295 penonton itu Arsenal berhasil menahan Sunderland dan memastikan gelar liga untuk ketiga kalinya secara beruntun. Di akhir musim, dilakukan pembangunan cover di tribun utara dan jam yang terkenal itu dipasang di sebelah selatan stadion.

Tahun berikutnya tribun timur selesai dibangun dan menghabiskan dana 130 ribu pounds. Tepat sebelum perang dunia kedua pecah dan menghentikan kompetisi liga, Highbury dipakai sebagai set syuting film berjudul “The Arsenal Stadium Mystery”, yang diangkat dari novel karangan Leonard Gribble dengan judul yang sama.

Periode perang dunia II, antara 1939 hingga 1945, Highbury berubah fungsi menjadi basecamp perang yang dinamakan “Air Raid Wardens”, dan berfungsi sebagai pos medis. Sebuah barak dibangun di lapangan latihan tepat di belakang clock end, yang membuat Highbury menjadi salah satu target utama bom-bom musuh. Sedikitnya 2 orang tewas saat bagian teras bagian selatan dihujani bom seberat 1000 pound.

Periode 1946-1947 highbury mulai diperbaiki dan pada 1948 dipercaya menjadi tempat pertandingan sepakbola saat Inggris menjadi tuan rumah olimpiade. 3 tahun berikutnya lampu stadion mulai dipasang. Ironisnya fasilitas lampu ini pertama kali digunakan saat diadakan partai persahabatan antara tim yang diisi petinju bertanding menghadapi tim yang diisi joki kuda. Arsenal sendiri pertama kali bertanding dengan “ditemani” penerangan saat bertemu Hapoel of Israel dan disaksikan sekitar 50 ribu penonton.

Pada 1964 Highbury dilengkapi dengan “soil heating” untuk memastikan lapangan dapat dipakai sepanjang tahun. Pada 1966 Highbury dipakai sebagai tempat pertandingan tinju antara Muhammad Ali dengan Henry Cooper. Pada partai itu, Cooper yang juga salah satu fans berat Arsenal, gagal mengalahkan Ali.

Tahun 1969, tribun barat mengalami penambahan sebanyak 5.200 kursi. Saat yang tepat dengan kemenangan 3-0 atas Anderlecht, sekaligus menebus kekalahan 1-3 di kandang Anderlecht, yang memastikan gelar eropa pertama untuk Arsenal. Masih di tahun yang sama, lapangan latihan di belakang clock end juga direnovasi dan disertai pembuatan lapangan parkir. Masa-masa clock end yang tanpa penutup berakhir pada tahun 1989 saat dilakukan penambahan kursi untuk eksekutif dan pembuatan ruangan kantor tambahan.

Pembangunan ulang daerah north bank berlangsung dari Mei 1992 hingga Agustus 1993. Salah satu “ends” yang paling terkenal di seantero inggris ini diganti dengan deretan kursi baru berkapasitas tambahan 12.000. Saat semua renovasi selesai pada akhir 1993,kapasitas Highbury telah berkurang menjadi hanya 39.000 seat.

Perkembangan sepakbola yang semakin membutuhkan dana besar membuat Highbury menjadi tidak ‘ekonomis’ lagi untuk klub sebesar Arsenal, yang memaksa Arsenal harus meninggalkan Highbury dan pindah ke stadion baru ‘Ashburton Grove’ yang hanya berjarak kurang lebih 500 meter ke arah barat daya.

Partai terakhir Highbury dilakoni saat Arsenal mengalahkan wigan 4-2, mungkin masih banyak yang ingat adegan Thierry Henry mencium tanah Highbury setelah mencetak gol ?  Beberapa jam kemudian Highbury sudah rata dengan tanah.

Highbury…1913-2006

Tags: ,
comments Comments (0)    -
November 25th, 2009 at 2:52 am

A Little Interview with Robin

in: interview

Karena Robin tidak bisa kita nikmati permainannya di lapangan sementara ini, tidak ada salahnya ikutin wawancaranya dia sebelum musim ini mulai, sumber dari arsenal-mania.com

Arsenal musim ini baru memperpanjang kontrak Robin Van Persie dengan tawaran yang lebih baik dari sebelumnya. Tapi bukan karena issue ketertarikan klub-klub seperti Chelsea, Man City, Man United, Inter Milan dan Juventus yang mendorong hal itu. Sebelum ada issue ketertarikan ini, Arsène Wenger sudah mengeluarkan pernyataan bahwa Robin van Persie akan menjadi pemain penting di Arsenal. Van Persie dalam bayangan Wenger adalah figur utama permainans “total football” Arsenal.

Dengan semua kabar ketertarikan klub-klub itu, Cinta kepada Arsenal pastinya besar sehingga Anda menetap?

Van Persie: “Saya biarkan hati saya yang memilih. Saya tidak bisa membayangkan bermain di klub lain sekarang. Mimpi saya adalah memenangakan gelar bersama Arsenal. Itu perasaan yang saya miliki. Mungkin saya bisa mendapatkan uang lebih banyak di tempat lain, tapi uang bukan motivator utama saya. Saya mendapatkan cukup di Arsenal. Pengakuan sebagai pemain bola yang saya inginkan. Itu alasan utama kenapa saya bermain. Karena cinta sepakbola dan ingin diakui. Dan saya dihargai disini. Arsenal sudah melakukan banyak hal untuk membuktikan itu kepada saya dan klub ini adalah klub besar. Dan Arsenal tidak pernah berhenti melihat ke depan. Kami ingin lebih,saya ingin lebih, tapi bukan lebih banyak uang. Saya ingin kesuksesan lebih. Jadi saya membuat daftar. Apa yang saya miliki bersama Arsenal dan apa yang saya inginkan. Pelatih menghargai saya. Pemain lain menghargai saya. Saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan fans. Keluarga saya senang hidup disini. Perasaan saya mengatakan kalau saya berada di tempat yang tepat dan ingin mendapatkan kesuksesan bersama Arsenal.”

Apakah banyak dialog dengan Wenger soal masa depan anda?

“Saya berbicara banyak dengannya tapi sebenarnya tidak perlu. Saya tahu cara berpikirnya. Saya ingin tahu strategi official dan visi klub ini dan saya perlu tahu apakah Wenger dan saya punya pemahaman yang sama dengan manajemen Arsenal. Saya mengingikan yang terbaik dan begitu juga Arsenal. Saya berbicara dengan general manager yang baru dan mereka mendukung Wenger sepenuhnya. Saya percaya pada manajemen. Kami tetap butuh waktu tentunya. Membeli pemain bagus penting, tapi anda butuh waktu untuk mencapai gelar. Alex Ferguson butuh bertahun-tahun untuk mendapatkan gelar pertamanya di United dan sukses Barcelona bukan karena usaha Guardiola saja. Dia bisa sukses sekarang dari fondasi yang sudah dibentuk oleh Van Gaal dan Rijkaard.”

Wenger berkomentar banyak soal jiwa kepemimpinan anda baik di lapangan maupun di ruang ganti.

“Saya tidak berpikir saya terlalu muda untuk menjadi pemimpin. Saat anda berusia 26 tahun, kepemimpinan akan muncul sendirinya. Atau tidak juga. Cesc seorang pemimpin dan dia malah lebih muda. Saya sudah memainkan 200 pertandingan bersama Arsenal, jadi…”

Apakah ini musim (2008/09) terbaik anda selama berkarir ?

“Pada musim sebelumnya, saya lebih berperan sebagai pemberi assist. Tujuan saya musim lalu adalah: tetap fit, teur memberi passing penting dan mencetak lebih banyak gol. Dan semua tercapai. Saya mencetak gol penting melawan Tottenham, Man City, Chelsea dan Liverpool. Semakin besar pertandingannya, semakin baik saya bermain. Saya berhasil mencapai tujuan pribadi saya, total bermain 52 games, 44 untuk Arsenal. Saya memang tidak memenangkan sesuatu tapi saya puas atas pencapaian kami. Tim lebih berpengalaman dan memperlihatkan banyak kualitas. Rosicky sekarang sembuh dan dia berpengalaman di 70 pertandingan internasional. Arshavin bintang besar. Clichy anggota tetap timnas Prancis dan Cesc sudah punya 40 caps dan ikut mengantar Spanyol jadi juara Eropa. Saya sendiri 37 caps. Kami memiliki satu tim yang hebat.

Tapi Final Champions League masih jauh dari genggaman (2008/09).

“Ya, Saya sendiri merasa susah mendapatkan posisi di Final. Saya masih yakin pada 10 menit pertama second leg, tapi satu kesalahan kecil Gibbs berarti kami bermain dalam posisi kalah setelah menit itu. 80 menit setelah itu merupakan saat terberat di karir saya. Tapi pertandingan itu yang meyakinkan saya untuk bertahan. Saya bukan orang yang gampang menyerah. Pertandingan itu mendorong saya untuk melakukan hal yang tidak biasa dilakuakn orang kebanyakan. Beberapa pemain mungkin akan berkata: Kami tidak punya peluang untuk menang maka saya akan pindah. Tapi menurut saya: Kami tidak punya peluang, tapi saya akan belajar dari ini dan kembali dengan pembalasan dendam. Saya ingin menang di semifinal berikutnya. Mudah-mudahan atas Man United.”

Berapa penting peranan keluarga anda dalam pengambilan keputusan untuk bertahan di Arsenal?

“Berperan besar tapi simple. Mereka ingin menetap disini. Anakku tipikal anak-anak inggris. Istriku berkata akan mengikutiku kemanapun aku pergi, tapi jika harus menjawab, dia ingin menetap di London.”

Seperti apa hubungan anda dengan Arsène Wenger?

“Sejak hari pertama, saya percaya padanya dan sebaliknya. Visinya sangat menarik, caranya memandang pertandingan dan bagaimana menurutnya pertandingan itu harusnya dimainkan. Dia sangat berbeda. Dia dikagumi seluruh dunia dan tetap tidak terpengaruh oleh itu. Dia Pelatih top dan manusia yang mengagumkan. Kami memiliki pandangan yang sama soal sepakbola. Dia ingin menyerang, biarkan bola yang bekerja, pass and bergerak…. Anda bisa memenangkan banyak gelar dengan cara permainan begitu dan juga menghibur orang banyak. Saya tahu apa yang dipikirkannya, Dia tidak perlu banyak memberi tahu saya soal apapun…. Saya bisa mengetahui apa maunya dari kelakuan, pandangan, bahasa tubuhnya… Saya tahu apa yang diinginkannya dan perasaannya kepada saya. Kami berkomunikasi tanpa perlu banyak kata-kata.”

Apakah karena hal yang sama Bergkamp bertahan begitu lama di Arsenal?

“Saya berpikir anda tidak bisa membandingkan situasi saya dengan situasi yang dihadapi Dennis. Dia sudah berkembang sejak di Ajax saat dia datang ke Arsenal. Dia sudah ‘Mr. Bergkamp’ saat dia tiba. Orang-orang akan diam saat dia menyampaikan sesuatu. Saat saya datang, saya lebih dikenal sebagai pembuat onar dari Feyenoord yang diberi kesempatan terakhir untuk berkembang. Saat Dennis mulai bermain disini, Arsenal masih dikenal dengan boring Arsenal dan dia adalah kunci dalam mengubah pandangan itu, dengan Wenger dan kemudian Pires dan Henry. Saya benar-benar bukan siapa-siapa saat sampa di Inggris. Saya baru memenangkan satu gelar disini dan masih perlu turun bertanding dalam banyak pertandingan lagi. Dennis adalah juara di Ajax, turun di banyak pertandingan bersama tim Oranje, menang 2 piala eropa bersama Ajax dan Inter… Satu-satunya hal yang bisa diperbandingkan antara kami adalah posisi kami di lapangan. Saya bangga dan sangat senang bisa bermain bersamanya. Dennis adalah Master di dalam dan di luar lapangan. Saya sangat menghargai dia sebagai pemain dan juga sebagai manusia.”

Apakah Dennis mengajarkan anda kecintaan terhadap Arsenal?

“Dia tidak perlu mengajarkan itu kepada saya. Saya baru berumur 21 tahun saat itu, Dennis 34. Saya hanya perlu melihat dirinya, Pires, Henry dan Vieira untuk menyadari betapa beruntungnya bisa bermain di sini. Mereka sangat-sangat menyukai sepak bola dan memancarkan kebanggaan dan kesukaan mereka itu dalam semua hal yang mereka lakukan. Apa yang mereka makan, cara mereka melakukan pemanasan, cara mereka memperlakukan bola, cara mereka merawat sepatu, hubungan mereka dengan fans dan semua hal. Saya terhenyak menyaksikan semua itu. Saya menginginkan hal yang sama, pikir saya… Saya ingin membuktikan diri saya kepada mereka dan menghargai mereka sepenuh hati. Di masa muda saya, di jalanan, saya adalah orang yang arogan, bahkan saat di Feyenoord saya menantang pemain-pemain utama Feyenoord. Itulah saya… Saya sungguh berpikir bahwa pemain seperti Van Hooijdonk, Bosvelt dan Van Wonderen sudah tidak punya apa-apa lagi yang mereka bisa ajarkan kepada saya. Ketika saya datang dan melihat pemain-pemain senior di Arsenal, saya langsung berpikir…”okay…”. Mungkin saya harus mulai menutup mulut dan belajar dari mereka. saya belajar dari melihat, mengamati… Saya menikmati setiap menit yang berlalu di lapangan bersama mereka. Dan mereka memberikan kekuatan kepada saya untuk melakukan sesuatu supaya bisa sukses disini.”

Tags: , ,
comments Comments (0)    -
October 2nd, 2009 at 3:52 pm

DVD Review : Wherever Forever Arsenal

in: Review

Baru selesai nonton hasil download DVD Wherever Forever Arsenal kemarin.  Dan karena sudah lama tidak upload blog ini, kupikir gak ada salahnya pamerin DVD Review pertama di sini.

Keseluruhan ini DVD isinya hiburan ringan dengan sedikit dokumentasi. Jadi tidak ada salahnya dinikmati saat kekurangan tontonan. DVD ini dibagi jadi 7 bagian, yang masing-masing tidak berkesinambungan, isinya…

Arsenal in Asia, Bagian pertama dari DVD ini menceritakan bagaimana dukungan Arsenal untuk sekolah-sekolah sepakbola di Asia Tenggara, yaitu di Thailand dan Vietnam. Dari klip yang ditayangkan terlihat kegiatan anak2 di sekolah sepakbola tersebut, yang tidak hanya diajar teknik dan bermain sepakbola tapi juga diharuskan untuk mengikuti kurikulum pendidikan lainnya. Sayang SSI Arsenal Indonesia belum disertakan di DVD ini.

Great European Highlights, Kumpulan klip pertandingan dari kompetisi di Eropa. And you know what, no final game at UCL attached. Wonder why…..

Red Arrows, Pertandingan dart antara Robin van Persie dan Gael Clichy. Yang menang ?

Goals Of The Season 08-09, Sedikit cuplikan gol-gol musim 2009-09

Clichy’s Cliches, Sedikit hiburan dimana Clichy diminta menerjemahkan bahasa Inggris ke Prancis

Mastermind, 3 ex-player kita diminta untuk menjawab masing2 10 pertanyaan yg kategorinya mereka pilih sendiri. Ada Ian Wright, Kolo Toure dan Dennis Bergkamp.

To The Academy and Beyond, Di bagian terakhir ini menampilkan Niklas Bendtner dan Johan Djourou, yang menceritakan pengalaman mereka discout, perasaan saat meninggalkan rumah untuk pertama kali, kehidupan di Akademi Arsenal, pertemuan pertama kali dengan Arsene Wenger.  Tentu saja mereka juga menceritakan perasaan saat menjalani pertandingan debut, full game pertama mereka, juga pengalaman dipinjamkan ke klub lain dan the most important one, To be a Gunner and what future lie ahead for them…

By the way, bagi yang pengen download sendiri, bisa di link ini : Wherever Forever Arsenal, ini gw download untuk kepentingan pribadi dan tidak diperjualbelikan, jika ingin lebih menghargai silakan beli DVD aslinya….  Thanks for MinhTuan for mirroring on MediaFire !

Tags:
comments Comments (4)    -
July 27th, 2009 at 10:31 am

Arshavin interview

Hi guys,

Cuma mo posting interview Arshavin sebelum pra musim, disini dia menjawab banyak soal kemampuannya, isu tentang gaji dan pajak di BPL dan lain-lain.

Link untuk video di sini

enjoy

Tags:
comments Comments (0)    -
July 21st, 2009 at 9:34 am

Pre Season vs Barnet

Postingan singkat hari ini, baru saja dapet link highlight pertandingan persahabatan tahunan kita vs Barnet FC, yang selalu kita mainkan setiap tahunnya karena lapangan mereka selalu dipake untuk latihan tim muda dan ladies…..

Pertandigan ditandai dengan debut 2 Thomas, Rosicsky dan Vermaelen, Rosicsky dapet tugas sebagai kapten malah…..

Dan sebagaimana pertandingan persahabatan, kelihatan pertandingan perdana tahun ini baru dipakai sebagai sarana warming up ke suasana pertandingan dulu. skor 2-2 dengan gol dicetak olah Arshavin di babak 1 dan Nazer Bazarite di babak 2.

Enough spoiler, here’s the link if you want to…. Arsenal vs Barnet

Tags:
comments Comments (1)    -